Philosophy
Sudah tiga kali aku membuat sebuah weblog, tapi gagal semua!! Entah hostingnya yang lemot, aku yang orangnya nggak menguasai pemrograman weblog, yang ini, yang itu. Halah!! Aku sudah hampir putus asa waktu itu.
Dan pada waktu itu pula, sore harinya, aku pergi ke sebuah taman untuk refreshing atas semua kegagalan yang aku alami selama ini. Sebentar aku berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu, sebentar terduduk dan menghela napas panjang, kegiatan itu aku ulang berkali-kali seakan aku nggak tahu apa yang mau aku lakukan.
Saat itu, tiba-tiba pandangan mataku terpaku pada gerakan seekor laba-laba, yang sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat aku duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal, aku ambil sebatang ranting dan segera sarang laba-laba itu pun aku rusakkan sebagai pelampiasan atas semua kegagalanku.
Perhatianku teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati, aku ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur olehku. Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?
Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena si laba-laba kembali ke tempatnya semula, mulai mengulangi kegiatan yang sama, merayap-merajut-melompat. Setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar, dan hampir menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.

Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang baru, kembali ranting yang ada di tanganku pun beraksi dengan tujuan merusakkan sarang tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas dan ingin tahu, kuamati ulah si laba-laba. Apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah pengrusakan sarang kedua kalinya?
Ternyata, untuk ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya. Ia kembali memulai dari awal dengan bersemangat, merayap-merajut-melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, memintal, membuat sarang sedikit demi sedikit.
Melihat dan mengamati ulah laba-laba, membangun sarang yang telah hancur untuk ketiga kalinya, saat itulah aku mendadak sontak tersadarkan. Nggak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali, dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah. Semangat binatang kecil ini sungguh luar biasa!!
Hal itu menimbulkan perasaan malu pada diriku. Karena sesungguhnya, aku berada di taman itu, dengan hati dan perasaan frustasi. Karena, aku baru saja mengalami tiga kali kegagalan berturut-turut!! Melihat semangat pantang menyerah laba-laba, aku pun berjanji dalam hati: Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami tiga kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi! Berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang. Seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!
Pada saat itu pula, aku mulai terinspirasi untuk membuat weblog dengan nama “spyd3r-w3b”, plesetan dari kata spider web yang berarti sarang laba-laba. Angka 3 menunjukkan bahwa kegagalanku membuat weblog hanya cukup sampai tiga kali saja. Dan tentu saja, mulai sekarang “spyd3r” akan menjadi nickname-ku di dunia maya dan nggak menutup kemungkinan di dunia nyata.

Dari pengalaman singkat tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa kegagalan bukan berarti kita harus menyerah apalagi putus asa. Kegagalan itu berarti kita harus introspeksi diri dan berikhtiar lebih keras dari hari kemarin. Selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan untuk di capai, tidak pantas kita patah semangat di tengah jalan. Karena dalam kenyataannya, tidak ada sukses sejati yang tercipta tanpa melewati kegagalan. Jangan takut gagal!
Kegagalan adalah bagian kecil dari proses kesuksesan. Langkah terbaik dalam menghadapi segala rintangan dan hambatan dalam mencapai kesuksesan adalah SABAR! Hal ini disebutkan pula dalam ayat Al-Qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah : 153)



