Sembilan tahun lalu, Paul “Scholesy” Scholes membawa MU ke final Liga Champions yang dia sendiri tak bisa menghadirinya. Tahun ini gelandang 33 tahun itu mewujudkan sendiri mimpi yang tertunda itu.

Saat meraih kemenangan dramatis atas Bayern Munich di final Liga Champions musim 1998/1999 Scholes memang tak masuk dalam starting eleven Sir Alex Ferguson. Bersama Roy Keane dia absen lantaran sanksi akumulasi kartu yang didapat saat menundukkan Juventus di semifinal.
Jadilah Scholes hanya duduk di bench saat Ole Gunnar Solksjaer dan Teddy Sheringham mencetak dua gol di masa injury time, yang juga membalikkan keadaan setelah Mario Basler membawa FC Hollywood unggul di menit 6.
Setelah kenangan manis di Camp Nou tersebut, MU selalu gagal menembus final. Raihan terbaik mereka hanya semifinalis musim 2001/2002 dan 2006/2007 yang membuat Scholesy belum merasakan final Liga Champions.
Namun penantian mantan gelandang internasional Inggris itu berakhir musim ini setelah MU memastikan diri melangkah ke final usai menaklukkan Barcelona dengan agregat 1-0. Hebatnya, Scholes sendiri yang memberi tiket tersebut setelah melalui gol tunggal yang dicetaknya.
Memanfaatkan kesalahan Gianluca Zambrotta yang membuang bola ke tengah lapangan, tendangan kaki kanan Scholes bersarang di pojok kanan atas gawang Victor Valdes.
Meski belakangan mulai jarang dipasang sebagai starter, namun jauh-jauh hari Fergie sudah memastikan kalau nama Scholes adalah yang pertama masuk di starting eleven untuk laga final di Moscow nanti.
Siap memberi gelar ketiga buat MU, Scholesy??
dikutip dari detiksport.com



















May 5th, 2008 at 6:50 am
yah untung MU punya scholes. kalo ngandalin ronaldo mah ga bisa atuh! dia mentalnya masih belum cukup di ajang eropa. beda ama torres. pokoknya torres no 1!hehehe..hidup liverpool!